MENARIK! Upaya Pengembangan Potensi dan Identitas Kuliner Sebagai Pilar Budaya Lokal, Mahasiswa KKN Tim II Undip Jadikan UMKM Sebagai Sasaran

Penulis: Friska Sulistyaningrum (Mahasiswa Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, 2020).

UMKM keripik tempe salah satu potensi di Desa Bulan, Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten.

Wonosari (26/07/2023)-UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian lokal dan melestarikan budaya setempat. Salah satu aspek penting dari UMKM adalah bagaimana mereka dapat menjadi identitas dan pilar budaya lokal yang kuat. Dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan UMKM sebagai identitas dan pilar budaya lokal sedang menjadi fokus perhatian pemerintah dan masyarakat.

UMKM tidak hanya memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya dan tradisi lokal. Banyak UMKM yang berkaitan langsung dengan produksi kerajinan tangan tradisional, kuliner khas, dan produk lokal unik lainnya. Hal ini menjadikan UMKM sebagai wadah bagi para pengusaha lokal untuk mengembangkan dan menjaga identitas budaya mereka.

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Undip yang dilaksanakan di Desa Bulan membuat mahasiswa berperan secara langsung dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Desa Bulan sendiri memiliki banyak sekali potensi di desanya, seperti UMKM Keripik Tempe Mbah Hadi dan juga UMKM Telur Asin yang terletak di Dukuh Tlangu, Desa Bulan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. UMKM keripik tempe merupakan salah satu pilar budaya lokal yang penting dalam industri kuliner Indonesia. Keripik tempe merupakan makanan ringan yang sangat digemari di Indonesia dan menjadi bagian integral dari tradisi makan di beberapa daerah, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sama halnya dengan UMKM keripik tempe, UMKM telur asin juga memiliki peran penting dalam menjaga keaslian dan keanekaragaman makanan Indonesia. Telur asin tidak hanya dijadikan bahan masakan, tetapi juga menjadi lauk yang dihidangkan bersama nasi atau menjadi pelengkap dalam hidangan lain, seperti pecel lele atau pecel ayam. Dalam beberapa tradisi, telur asin juga menjadi bagian dari makanan ritual dalam perayaan keagamaan atau acara adat. Adanya pengaruh globalisasi yang saat ini terjadi membuat banyak generasi muda lebih cenderung memusatkan perhatian pada makanan western ataupun makanan siap saji karena dianggap lebih enak dan menarik jika dibandingkan dengan makanan lokal sehingga makanan tradisional dirasa sulit untuk berkembang. Maka dari itu, Friska Sulistyaningrum salah satu mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya mengusung program yang bertajuk ” UMKM: Pengembangan Potensi dan Identitas Kuliner Sebagai Pilar Budaya Lokal”.

Program kerja ini dilaksanakan pada Rabu, 26 Juli 2023 yang diawali dengan edukasi kepada para pelaku UMKM Desa Bulan terkait kuliner tradisional, budaya lokal serta pentingnya pengembangan UMKM kuliner sebagai pilar budaya lokal. Dalam rangka mengembangkan UMKM sebagai identitas dan pilar budaya lokal, pemerintah telah meluncurkan berbagai program dan kebijakan. Salah satunya adalah memberikan pelatihan dan bantuan modal kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar mereka dapat mengembangkan produk dan jasa yang sesuai dengan budaya lokal. Selain itu, pemerintah juga mendukung pemasaran dan promosi produk UMKM melalui berbagai platform online dan offline.

Edukasi kepada pelaku UMKM Desa Bulan mengenai pengembangan UMKM kuliner sebagai potensi identitas dan pilar budaya lokal.

Banyak inisiatif dari masyarakat sendiri yang turut berperan dalam mengembangkan UMKM sebagai identitas dan pilar budaya lokal. Komunitas lokal aktif dalam mempromosikan produk-produk UMKM dan membantu menghubungkan para pengusaha dengan pelanggan potensial. Mereka juga sering mengadakan kegiatan seperti bazaar dan festival untuk memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat lebih luas. 

Dalam era globalisasi dan modernisasi, penting bagi kita untuk melestarikan identitas dan budaya lokal. Pengembangan UMKM sebagai identitas dan pilar budaya lokal merupakan langkah yang tepat untuk menjaga keberagaman budaya dan ekonomi. Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan, diharapkan UMKM dapat terus berkembang dan menjadi kekuatan ekonomi serta kebanggan lokal.

Pemberian modul “Pengembangan UMKM dan Potensi Identitas: Pilar Budaya Lokal” kepada pelaku UMKM di Desa Bulan.

Sebagai masyarakat, mari dukung dan apresiasi UMKM sebagai identitas dan pilar budaya lokal. Dengan membeli produk-produk lokal, kita juga turut berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan budaya setempat. Program kerja ini disambut baik oleh masyarakat dan juga pelaku UMKM Desa Bulan karena dapat meningkatkan kesadaran untuk tetap menjaga budaya lokal. Pada akhir kegiatan, pelaku UMKM diberikan modul yang berisi tentang pengertian kuliner tradisional, peran UMKM kuliner sebagai pilar budaya lokal, peran pemerintah dalam mengembangkan UMKM serta strategi pemasaran yang efektif dan efisien. Dengan adanya program kerja ini diharapkan dapat memberikan ilmu pengetahuan, pemahaman, pengalaman serta motivasi pelaku UMKM Desa Bulan untuk terus mengembangkan usaha kuliner tradisional agar tetap melestarikan warisan kuliner tradisional Indonesia.

DPL: Dr. Sri Isdadiyanto, S.Si, M.Si ; Dr. Eng. Agus Setyawan., S.Si., M.Si ;Dr. Cahya Tri Purnami., S.KM., M.Kes

Lokasi: Desa Bulan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten